Ketika pasokan darah ke otak terhambat karena jalur pembuluh darah tersumbat atau pecah, jaringan otak bakal kekurangan oksigen dan nutrisi. Dampaknya, sejumlah sel-sel di otak akan mati dan menimbulkan beragam gejala penyakit. 1. Edema otak Salah satu komplikasi stroke yang mungkin terjadi adalah edema atau penumpukan cairan yang menyebabkan otak menjadi bengkak. Edema biasanya terjadi 1-2 hari setelah terjadinya serangan stroke iskemik akut, dan mencapai titik maksimal setelah 3-5 hari. Terjadilah sumbatan aliran darah yang menyebabkan kerusakan sel-sel otak. Penyakit jantung dan kelainan darah juga bisa menyebabkan penggumpalan darah yang dapat menyebabkan stroke iskemik atau TIA. Misalnya, fibrilasi atrium yang merupakan penyebab utama stroke embolik. Hipertensi. Diabetes. Kolesterol tinggi. Obesitas. Penyakit jantung, seperti gagal jantung, penyakit jantung bawaan, infeksi jantung, atau aritmia. Sleep apnea. Pernah mengalami transient ischemic attack TIA atau serangan jantung sebelumnya. Sedangkan yang termasuk dalam faktor risiko gaya hidup, yaitu: Merokok. Gejala yang dialami penderita stroke bisa meliputi: Kelemahan pada salah satu sisi tubuh ( hemiparesis) Lemah pada otot-otot wajah yang membuat satu sisi wajah turun Kesulitan mengangkat kedua lengan akibat lemas atau mati rasa Kesulitan berbicara Disartria Kesemutan Kesulitan mengenal wajah ( Meski begitu, tidur siang sebaiknya tidak dilakukan lebih dari 60 menit. Kalau bisa, usahakan untuk tidak terlalu lama tidur siang, yaitu selama 15-20 menit saja. Tidur siang kebanyakan justru bisa membuatmu merasa linglung saat bangun. Hal ini karena tidur siang yang terlalu lama akan membuat tubuhmu memasuki fase "tidur nyenyak". .

kenapa stroke bisa terjadi